Ibadah umroh merupakan impian spiritual bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia. Perjalanan ke Baitullah di Makkah ini sering disebut juga sebagai haji kecil, sebuah kesempatan untuk menyucikan diri, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi Anda yang akan melaksanakannya untuk pertama kali, memahami setiap tahapan dengan benar adalah kunci untuk meraih kekhusyuan dan memastikan ibadah Anda sah.
Artikel ini akan memandu Anda secara rinci mengenai bagaimana cara umroh, mulai dari persiapan awal hingga prosesi akhir, dengan bahasa yang mudah dipahami.
Memahami Rukun dan Wajib Umroh
Sebelum melangkah ke tata cara pelaksanaan, penting bagi Anda untuk membedakan antara rukun dan wajib umroh. Rukun adalah pilar utama ibadah, jika salah satu tidak dilaksanakan, maka umroh Anda tidak sah.
Sementara itu, wajib umroh adalah amalan yang harus dikerjakan, dan jika terlupakan, dapat diganti dengan membayar denda (dam).
Rukun Umroh ada empat:
- Niat (Ihram): Memulai niat untuk berumroh dari lokasi yang telah ditentukan (miqat).
- Tawaf: Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
- Sa’i: Berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
- Tahallul: Memotong sebagian atau seluruh rambut sebagai penanda berakhirnya rangkaian ibadah umroh.
Adapun Wajib Umroh adalah berihram dari miqat. Artinya, niat harus dimulai dari garis batas yang sudah ditetapkan sesuai dengan arah kedatangan Anda.
Persiapan Penting Sebelum Berangkat
Kesiapan yang matang akan membuat perjalanan ibadah Anda lebih lancar. Beberapa hal yang perlu Anda persiapkan meliputi:
- Dokumen: Pastikan paspor dan visa umroh Anda sudah siap dan masih berlaku.
- Kesehatan: Lakukan pemeriksaan kesehatan dan dapatkan vaksinasi yang direkomendasikan, seperti meningitis. Jaga stamina tubuh karena ibadah umroh membutuhkan kekuatan fisik.
- Perlengkapan: Siapkan pakaian ihram (dua lembar kain putih tanpa jahitan untuk pria, dan pakaian menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan untuk wanita), pakaian sehari-hari yang sopan, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan mandi.
- Manasik: Ikuti bimbingan manasik umroh yang diselenggarakan oleh biro perjalanan Anda. Ini adalah fondasi ilmu terpenting agar Anda tidak bingung saat berada di Tanah Suci.
Panduan Praktis Bagaimana Cara Umroh Langkah demi Langkah
Setelah semua persiapan selesai dan Anda tiba di dekat Makkah, inilah rangkaian ibadah yang akan Anda laksanakan.
1. Mengambil Miqat dan Berniat Ihram
Perjalanan umroh Anda secara resmi dimulai dari miqat, yaitu batas geografis untuk memulai niat. Lokasi miqat berbeda-beda tergantung dari mana arah Anda datang. Bagi jamaah dari Indonesia, biasanya miqat diambil di Bandara King Abdulaziz Jeddah atau di Yalamlam.
Di titik miqat, Anda dianjurkan untuk mandi sunnah, memakai wewangian (bagi pria), lalu mengenakan pakaian ihram. Setelah itu, Anda mengucapkan lafaz niat umroh:
“Labbaikallaahumma ‘umratan.” (Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh).
Sejak Anda berniat ihram, maka semua larangan ihram mulai berlaku. Di antaranya adalah larangan memakai penutup kepala dan pakaian berjahit (untuk pria), menutup wajah dan telapak tangan (untuk wanita), memakai wangi-wangian, memotong kuku, mencabut rambut atau bulu, serta berhubungan suami istri.
Selama perjalanan menuju Masjidil Haram di Makkah, perbanyaklah membaca kalimat talbiyah untuk mengagungkan Allah.
BACA JUGA: Tata Cara Berangkat Umrah dari Rumah yang Benar
2. Melaksanakan Tawaf di Masjidil Haram
Setibanya di Masjidil Haram, Anda akan melaksanakan thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Berikut adalah tata caranya:
- Mulai dari Hajar Aswad: Putaran pertama dimulai dari garis lurus sejajar dengan Hajar Aswad. Jika memungkinkan, Anda bisa menciumnya, menyentuhnya, atau cukup memberikan isyarat dengan tangan kanan sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.”
- Posisi Ka’bah: Pastikan Ka’bah berada di sisi kiri Anda selama berputar (berlawanan arah jarum jam).
- Bacaan: Tidak ada doa khusus yang diwajibkan saat tawaf. Anda bebas membaca doa apa pun yang dihafal, berzikir, atau membaca Al-Qur’an. Namun, saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, dianjurkan membaca doa sapu jagat.
- Tujuh Putaran: Lakukan putaran ini sebanyak tujuh kali, dengan tiga putaran pertama disunnahkan untuk berjalan cepat (bagi pria) dan sisanya berjalan biasa.
- Shalat Sunnah: Setelah selesai tujuh putaran, Anda disunnahkan untuk mengerjakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika kondisi memungkinkan.
3. Melakukan Sa’i antara Shafa dan Marwah
Selesai tawaf, rukun selanjutnya adalah sa’i. Ibadah ini meneladani perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.
- Mulai dari Bukit Shafa: Perjalanan sa’i dimulai dari Bukit Shafa. Saat di puncak bukit, menghadaplah ke arah Ka’bah lalu berdoa.
- Perjalanan ke Marwah: Anda akan berjalan dari Shafa menuju Bukit Marwah, yang dihitung sebagai satu kali perjalanan.
- Berlari Kecil: Di antara pilar berwarna hijau, jamaah pria disunnahkan untuk berlari-lari kecil, sementara jamaah wanita cukup berjalan cepat.
- Berdoa di Marwah: Setibanya di Marwah, menghadaplah ke Ka’bah dan berdoa, sama seperti saat di Shafa. Perjalanan dari Marwah ke Shafa dihitung sebagai perjalanan kedua.
- Tujuh Kali Perjalanan: Lakukan proses ini hingga tujuh kali, di mana perjalanan terakhir akan berakhir di Bukit Marwah.
4. Tahallul sebagai Penutup Rangkaian Umroh
Rukun terakhir adalah tahallul, yang secara harfiah berarti “menjadi halal”. Ini adalah simbol bahwa Anda telah menyelesaikan ibadah umroh dan terbebas dari larangan-larangan selama ihram.
- Cara Pelaksanaan: Tahallul dilakukan dengan cara memotong beberapa helai rambut. Bagi jamaah pria, lebih utama (afdhal) untuk mencukur gundul, namun memendekkannya saja sudah sah. Bagi jamaah wanita, cukup memotong ujung rambutnya sepanjang satu ruas jari.
- Akhir Ibadah: Dengan selesainya tahallul, maka berakhirlah seluruh rangkaian ibadah umroh Anda.
Dengan memahami setiap detail cara umroh ini, semoga Anda dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, tertib, dan mendapatkan ridha dari Allah SWT.








