Menunaikan ibadah umroh adalah sebuah karunia dan momen spiritual yang dinantikan oleh banyak umat Muslim.
Proses persiapannya pun tidak kalah penting, bukan hanya tentang logistik dan fisik, tetapi juga persiapan batin serta memohon kelancaran dari Allah SWT dan restu dari orang-orang terdekat.
Salah satu tradisi baik yang mengiringi persiapan ini adalah walimatussafar. Acara ini menjadi wadah untuk bersyukur, berpamitan, sekaligus meminta doa dari keluarga, tetangga, dan sahabat.
Inti dari acara ini adalah untaian doa yang dipanjatkan bersama, memohon agar perjalanan ibadah yang akan dijalani berjalan lancar dan menjadi umroh yang mabrur.
Memahami Apa Itu Walimatussafar Umroh
Secara harfiah, “walimah” berarti perjamuan atau pesta, dan “safar” berarti perjalanan. Jadi, walimatussafar adalah perjamuan yang diadakan sebelum seseorang melakukan perjalanan jauh, dalam konteks ini adalah perjalanan suci ke Baitullah untuk ibadah umroh.
Namun, esensinya jauh lebih dalam dari sekadar jamuan makan. Acara ini merupakan bentuk tasyakuran umroh atau rasa syukur seorang hamba atas kesempatan yang diberikan Allah SWT.
Momen ini juga digunakan oleh calon jamaah untuk memohon maaf atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, kepada orang-orang di sekitarnya. Tujuannya agar hati menjadi bersih dan lapang sebelum menghadap ke rumah-Nya.
Bagaimana Hukum Mengadakan Walimatussafar?
Anda mungkin bertanya mengenai landasan syariat dari acara ini. Para ulama pada umumnya sepakat bahwa hukum mengadakan walimatussafar adalah mubah atau boleh.
Acara ini tidak termasuk dalam kategori ibadah yang diwajibkan secara khusus (mahdhah), melainkan masuk dalam kategori tradisi baik ('urf hasan) yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Selama pelaksanaannya diniatkan untuk tujuan mulia seperti bersyukur, menyambung silaturahmi, dan saling mendoakan, serta terhindar dari hal-hal yang dilarang seperti berlebihan, pamer (riya’), atau memberatkan diri, maka walimatussafar menjadi sebuah amalan yang bernilai pahala.
Bacaan Doa Walimatussafar Umroh yang Dipanjatkan
Inti dari acara ini adalah doa bersama. Ada beberapa doa yang bisa Anda dan para tamu panjatkan. Berikut adalah doa-doa utamanya.
1. Doa yang Dibaca oleh Tamu untuk Calon Jamaah
Para tamu yang hadir biasanya mendoakan calon jamaah yang akan berangkat. Salah satu doa yang paling umum dibacakan adalah doa melepas orang yang bepergian berikut ini:
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada.”
Doa ini berisi permohonan agar calon jamaah senantiasa dibekali ketakwaan oleh Allah, diampuni segala dosanya, dan selalu diberi kemudahan dalam setiap langkah kebaikan selama di perjalanan hingga kembali ke tanah air.
BACA JUGA: Bacaan Doa Umrah Mabrur dan Artinya
2. Doa yang Dibaca oleh Calon Jamaah Saat Berpamitan
Sebagai tuan rumah dan calon jamaah yang akan berangkat, Anda dapat membaca doa ini saat memohon diri kepada para tamu yang hadir. Ini adalah doa memohon perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ
Astawdi’ukumullâhal-ladzî lâ tadhî’u wadâ’i’uhu.
Artinya: “Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya.”
Doa ini adalah wujud tawakal seorang hamba yang akan melakukan perjalanan, menitipkan keluarga dan hartanya kepada penjagaan Allah SWT yang Maha Sempurna.
3. Doa Sebelum Berangkat Umroh (Keluar Rumah)
Saat akan benar-benar melangkahkan kaki keluar dari rumah menuju bandara, Anda dapat menyempurnakannya dengan doa keluar rumah yang dilengkapi dengan permohonan perlindungan khusus untuk perjalanan.
بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Bismillâhi, tawakkaltu ‘alallâh, lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Allâhumma innî a’ûdzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.
Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari menzalimi atau dizalimi, dan dari kebodohan atau dibodohi.”
Tujuan dan Hikmah di Balik Walimatussafar
Mengadakan acara tasyakuran sebelum berangkat umroh memiliki banyak tujuan mulia dan hikmah yang bisa dipetik, di antaranya:
- Wujud Rasa Syukur: Sebagai ekspresi terima kasih kepada Allah atas nikmat kesempatan dan rezeki untuk bisa menjadi tamu-Nya.
- Mempererat Silaturahmi: Mengumpulkan keluarga dan kerabat untuk memperkuat ikatan persaudaraan sebelum terpisah oleh jarak untuk sementara waktu.
- Saling Mendoakan: Momentum terbaik untuk memohon doa untuk jamaah umroh dari orang-orang saleh yang hadir, karena doa dari sesama Muslim memiliki kekuatan yang luar biasa.
- Permohonan Maaf: Membersihkan diri dari kemungkinan salah dan khilaf kepada sesama manusia, sehingga dapat berangkat dengan hati yang lebih tenang.
- Menjadi Pengingat: Acara ini bisa menjadi pengingat bagi yang hadir tentang keagungan ibadah dan memotivasi mereka untuk suatu saat bisa menyusul beribadah ke Tanah Suci.
Contoh Susunan Acara Walimatussafar Sederhana
Agar acara berjalan khidmat dan teratur, Anda bisa menyusun rangkaian acara yang sederhana namun bermakna. Berikut adalah contoh susunan acara walimatussafar:
- Pembukaan: Dibuka oleh pembawa acara atau perwakilan keluarga.
- Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an: Membacakan beberapa ayat yang berkaitan dengan haji, umroh, atau perjalanan.
- Sambutan dari Tuan Rumah (Shahibul Hajat): Calon jamaah menyampaikan maksud dan tujuan acara, rasa syukur, permohonan maaf, dan permintaan doa.
- Tausiyah Singkat: Mengundang ustadz atau tokoh agama untuk memberikan nasihat dan pencerahan seputar keutamaan umroh dan bekal takwa.
- Pembacaan Doa Bersama: Puncak acara yang dipimpin oleh ustadz, mendoakan kelancaran bagi calon jamaah. Di sinilah doa walimatussafar umroh dipanjatkan secara khusyuk.
- Ramah Tamah: Menikmati hidangan yang telah disediakan sembari bersalam-salaman.
- Penutup: Acara diakhiri dengan doa penutup majelis.
Semoga perjalanan ibadah umroh Anda dilancarkan, setiap doa diijabah, dan kembali ke tanah air dengan predikat umroh yang mabrur.








