Doa Talbiyah Haji atau Umroh: Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa talbiyah haji atau umroh merupakan salah satu amalan penting yang diucapkan oleh jemaah saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kalimat talbiyah adalah ungkapan ketaatan dan penyerahan diri kepada Allah SWT, yang mencerminkan semangat tauhid, pengakuan atas keagungan Allah, dan kepasrahan seorang hamba.

Bacaan ini menjadi syiar ibadah haji dan umroh, yang dilantunkan sejak jemaah memulai ihram hingga waktu tertentu sesuai jenis ibadah yang dilakukan.

Pengertian Doa Talbiyah

Secara bahasa, talbiyah berasal dari kata “labba” yang berarti pemenuhan, jawaban, atau pengabulan terhadap panggilan dengan niat dan ikhlas.

Dalam konteks syariat, talbiyah adalah kalimat yang diucapkan untuk menjawab panggilan Allah SWT saat jemaah berada dalam keadaan ihram, baik untuk haji maupun umroh.

Kalimat ini pertama kali diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS setelah selesai membangun Ka’bah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Hajj ayat 27.

Menurut hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW membaca talbiyah dan diikuti oleh para sahabat, menunjukkan bahwa amalan ini telah dilakukan sejak zaman Nabi.

Hukum membaca talbiyah berbeda-beda menurut mazhab: menurut Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal, hukumnya sunnah, sedangkan Imam Abu Hanifah menyebutnya syarat sah ihram, dan Imam Maliki menganggapnya wajib.

Bacaan Doa Talbiyah Haji atau Umroh

Berikut adalah bacaan doa talbiyah yang disepakati ulama dan sesuai dengan riwayat Rasulullah SAW:

Arab:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Latin:
Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.

Artinya:
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Baca Juga:  Doa Ketika Ziarah ke Makam Rasulullah: Panduan Lengkap dan Adabnya

Waktu Membaca Doa Talbiyah

Doa talbiyah dibaca setelah jemaah memasang niat ihram dari miqat, baik untuk haji maupun umroh. Waktu membaca talbiyah memiliki batas tertentu:

  • Untuk jemaah umroh: Talbiyah dibaca hingga jemaah memulai tawaf di Masjidil Haram.
  • Untuk jemaah haji: Talbiyah dibaca hingga selesai melontar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah, kemudian diganti dengan takbir.

Jemaah laki-laki disunahkan membaca talbiyah dengan suara keras, sedangkan jemaah perempuan membacanya dengan suara pelan.

Talbiyah juga dianjurkan dibaca saat berpapasan dengan rombongan jemaah lain, naik-turun kendaraan, setelah salat, atau saat terjadi perubahan keadaan, seperti pergantian hari.

Bacaan Tambahan Setelah Talbiyah

Setelah mengucapkan talbiyah, jemaah disunahkan melanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan doa permohonan ridha serta surga. Berikut bacaannya:

Shalawat (Arab):
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Latin:
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali sayyidina Muhammadin.

Artinya:
“Ya Allah, limpahkan rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Doa Penutup (Arab):
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin:
Allahumma inna nas’aluka ridhaka wal jannah, wa na’udzu bika min sakhatika wan nar. Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridaan-Mu dan surga-Mu, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”

BACA JUGA: Bacaan Doa Umrah Mabrur dan Artinya

Makna Doa Talbiyah

Doa talbiyah bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pernyataan iman yang mendalam. Kalimat ini mencerminkan:

  1. Ketauhidan: Pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, tanpa sekutu.
  2. Kepasrahan: Jemaah menyatakan kesiapan untuk memenuhi panggilan Allah dengan penuh ketaatan.
  3. Pengagungan: Memuji kebesaran Allah dan mengakui bahwa segala nikmat, pujian, dan kekuasaan hanya milik-Nya.
Baca Juga:  Umrah Berapa Hari? Rangkaian Ibadah & Waktu yang Dibutuhkan

Talbiyah juga mengingatkan jemaah untuk menjauhi syirik, fokus pada ibadah, dan memohon ridha Allah selama menjalankan haji atau umroh.

Doa Lainnya dalam Haji dan Umroh

Selain talbiyah, ada beberapa doa lain yang dianjurkan, seperti:

  • Doa saat melihat Ka’bah:

    اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

    Artinya: “Ya Allah, berilah tambahan kepada rumah ini kemuliaan, kebesaran, kehormatan, dan wibawa…”
  • Doa saat pulang dari haji atau umroh untuk tamu:

    قَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ

  • Artinya: “Semoga Allah menerima ibadah hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti pengeluaranmu.”

Dengan mengamalkan doa talbiyah dan doa-doa lainnya, jemaah dapat memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga ibadah haji atau umroh menjadi mabrur dan diterima.