Dalam penggunaan sehari-hari, masyarakat sering kali bingung mengenai penulisan yang benar antara “umrah” dan “umroh”. Kedua istilah ini merujuk pada ibadah yang sama, namun manakah ejaan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar adalah “umrah” dengan huruf “a” di akhir kata. Sementara itu, penulisan “umroh” dengan huruf “o” tidak sesuai dengan ejaan baku dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penggunaan kata “umrah” lebih dianjurkan dalam penulisan formal maupun informal.
BACA JUGA: Mengapa Mekkah dan Madinah Disebut Tanah Haram?
Pengertian Umrah
Umrah adalah salah satu bentuk ibadah dalam agama Islam yang melibatkan kunjungan ke Kota Suci Makkah.
Berbeda dengan haji yang memiliki waktu pelaksanaan tertentu, umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Ibadah ini meliputi beberapa ritual, antara lain:
- Ihram: Memakai pakaian khusus dan berniat memulai ibadah umrah.
- Tawaf: Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
- Sai: Berjalan bolak-balik antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
- Tahallul: Mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya ihram.
Meskipun sering disebut sebagai “haji kecil”, umrah memiliki keutamaan tersendiri dan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Perbedaan Umrah dan Haji
Meskipun keduanya melibatkan ritual di Makkah, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara umrah dan haji:
- Waktu Pelaksanaan: Haji hanya dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah, sementara umrah bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun.
- Rukun dan Wajib: Haji memiliki rukun dan wajib yang lebih banyak, termasuk wukuf di Arafah dan melempar jumrah, sedangkan umrah tidak.
- Status Hukum: Haji merupakan rukun Islam kelima dan wajib bagi yang mampu, sedangkan umrah sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan.
Memahami perbedaan ini penting bagi umat Islam dalam merencanakan ibadah mereka sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.
Sejarah dan Hikmah Umrah
Secara historis, umrah telah menjadi bagian integral dari tradisi Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW. Ibadah ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sosial, di mana umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul, saling mengenal, dan mempererat tali persaudaraan. Selain itu, umrah juga memberikan kesempatan untuk:
- Meningkatkan Keimanan: Dengan melaksanakan ritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Memohon Ampunan: Sebagai sarana untuk bertaubat dan memohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
- Mendapatkan Pahala: Setiap langkah dan ritual dalam umrah memiliki nilai pahala yang besar.
Dengan demikian, umrah menjadi salah satu ibadah yang sangat berharga bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya.
Penulisan yang benar sesuai dengan KBBI adalah “umrah”, bukan “umroh”. Selain memahami ejaan yang tepat, penting bagi umat Islam untuk mengetahui makna, tata cara, serta keutamaan ibadah umrah.
Dengan pengetahuan yang komprehensif, diharapkan setiap Muslim dapat melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk dan sesuai tuntunan.








