Mengenal Apa Itu Umrah Arbain dan Keutamaannya

Bagi umat Islam, menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci merupakan sebuah impian dan pencapaian spiritual yang mendalam. Saat Anda mulai mencari informasi mengenai perjalanan ini, Anda mungkin akan menemukan berbagai istilah paket perjalanan, salah satunya yang cukup populer adalah “Umrah Arbain”.

Istilah ini sering kali menimbulkan pertanyaan, terutama bagi calon jamaah yang baru pertama kali akan berangkat.

Apakah ini jenis umrah yang berbeda?

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Umrah Arbain secara jelas dan komprehensif, sehingga Anda memiliki pemahaman yang utuh sebelum membuat keputusan.

Memahami Makna di Balik Kata “Arbain”

Untuk memahami konsepnya, mari kita mulai dari arti katanya. “Arbain” (الأربعين) adalah sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti empat puluh. Dalam konteks ibadah umrah, istilah ini merujuk pada sebuah praktik ibadah spesifik, yaitu melaksanakan sholat fardhu sebanyak 40 kali secara berturut-turut tanpa terputus di Masjid Nabawi, Madinah.

Penting untuk digarisbawahi, Umrah Arbain bukanlah jenis atau rukun umrah yang baru. Rukun umrah tetap sama bagi semua jamaah, yaitu Ihram, Tawaf, Sa’i, dan Tahallul yang dilaksanakan di Makkah.

Istilah “Umrah Arbain” lebih tepat disebut sebagai sebuah program atau jadwal perjalanan yang disusun oleh penyelenggara travel untuk memfasilitasi jamaah mendapatkan keutamaan tertentu di Kota Madinah.

Jadi, Apa Sebenarnya Program Umrah Arbain?

Secara sederhana, Umrah Arbain adalah paket perjalanan umrah yang durasinya lebih lama, khususnya di kota Madinah.

Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada para jamaah agar dapat menunaikan sholat wajib lima waktu sebanyak 40 kali di Masjid Nabawi. Untuk mencapai target ini, jamaah biasanya akan tinggal di Madinah selama 8 hingga 9 hari.

Baca Juga:  Memahami Apa itu Haramain dan Maknanya

Selama periode tersebut, jamaah dituntut memiliki disiplin tinggi untuk selalu sholat berjamaah di masjid pada awal waktu dan tidak melewatkan satu pun takbiratul ihram bersama imam.

Program ini menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin memaksimalkan waktu ibadah mereka di kota yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW.

Landasan dan Keutamaan Sholat Arbain di Masjid Nabawi

Motivasi utama di balik pelaksanaan sholat Arbain adalah harapan untuk meraih keutamaan besar yang disebutkan dalam sebuah hadis. Hadis yang menjadi sandaran utama praktik ini diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang sholat di masjidku (Masjid Nabawi) empat puluh sholat, tanpa terlewat satu sholat pun, maka akan dicatatkan untuknya kebebasan dari api neraka, keselamatan dari siksaan, dan ia akan terbebas dari kemunafikan.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Hadis inilah yang menjadi pendorong semangat para jamaah untuk berupaya keras menyempurnakan 40 sholat di Masjid Nabawi. Keutamaan yang dijanjikan, yaitu pembebasan dari api neraka, siksaan, dan sifat munafik, adalah sebuah anugerah yang luar biasa.

Meskipun demikian, penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa para ulama hadis memiliki pandangan berbeda mengenai status kekuatan (derajat) hadis ini. Sebagian ulama menilai hadis ini dha’if (lemah), namun sebagian lainnya, seperti Syekh Al-Albani, menghasankannya (menilainya hasan atau baik) karena adanya riwayat-riwayat lain yang menguatkannya.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, mengamalkan fadhailul a’mal (amalan-amalan yang memiliki keutamaan) seperti ini secara umum diperbolehkan oleh para ulama, selama tidak dianggap sebagai suatu kewajiban.

Bagaimana Hukum Melaksanakan Sholat Arbain?

Melihat penjelasan di atas, maka hukum umrah Arbain atau lebih tepatnya hukum melaksanakan sholat Arbain di Masjid Nabawi bukanlah sesuatu yang wajib.

Amalan ini tidak termasuk dalam rukun ataupun sunnah dari ibadah haji dan umrah. Meninggalkannya sama sekali tidak mengurangi keabsahan atau pahala umrah Anda.

Baca Juga:  Inilah 10 Nama Lain Madinah yang Perlu Diketahui

Anda harus memandangnya sebagai sebuah amalan tambahan yang mulia (fadhailul a’mal). Ini adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda selagi berada di salah satu tempat paling mustajab di muka bumi.

Namun, jangan sampai memaksakan diri hingga jatuh sakit atau lalai dari esensi ibadah lainnya. Niat yang lurus karena Allah adalah kunci utamanya.

Kelebihan dan Pertimbangan Memilih Paket Umrah Arbain

Memilih paket perjalanan yang menyertakan program Arbain tentu memiliki kelebihan tersendiri, namun ada juga beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan.

Kelebihan:

  1. Ibadah Maksimal: Anda mendapatkan kesempatan untuk meraih pahala sholat Arbain yang luar biasa.
  2. Ketenangan Spiritual: Tinggal lebih lama di Madinah memberikan waktu lebih banyak untuk beriktikaf, membaca Al-Qur’an, dan merasakan atmosfer spiritual kota Nabi.
  3. Waktu Ziarah Lebih Leluasa: Dengan jadwal yang lebih panjang di Madinah, Anda bisa melakukan ziarah Madinah ke tempat-tempat bersejarah seperti Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan Kebun Kurma dengan lebih tenang dan tidak terburu-buru.
  4. Memperdalam Kecintaan: Semakin lama Anda berada di Masjid Nabawi dan berziarah ke makam Rasulullah SAW, rasa cinta kepada beliau akan semakin tumbuh dan mendalam.

Pertimbangan:

  1. Durasi dan Biaya: Paket ini secara otomatis memakan waktu lebih lama (biasanya 12-15 hari total perjalanan), yang berarti memerlukan alokasi cuti dan biaya yang lebih besar.
  2. Kondisi Fisik: Diperlukan komitmen dan kondisi fisik yang prima untuk berjalan bolak-balik ke masjid lima kali sehari selama lebih dari seminggu.
  3. Fokus Ibadah: Jangan sampai fokus mengejar Arbain membuat Anda melupakan esensi lain dari perjalanan umrah, seperti kekhusyukan saat Tawaf dan Sa’i di Makkah.

Kesimpulan

Umrah Arbain bukanlah ritual umrah yang berbeda, melainkan sebuah program perjalanan yang dirancang untuk memfasilitasi jamaah dalam menjalankan sholat fardhu 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi. Program ini didasari oleh hadis tentang keutamaan besar bagi yang berhasil melakukannya.

Baca Juga:  Umrah atau Umroh? Ini Penulisan yang Benar

Keputusan untuk mengambil paket ini sepenuhnya kembali kepada kesiapan, kemampuan finansial, dan kondisi fisik Anda.

Yang terpenting adalah meluruskan niat bahwa seluruh rangkaian perjalanan ibadah ini Anda lakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT, baik dengan program Arbain maupun tidak.